Wajib Tahu: Tips Mendeteksi Gejala Awal DBD pada Anak Sebelum Terlambat

Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak, terutama di daerah tropis.
Alasan Deteksi Dini Infeksi Dengue pada Anak itu Penting
DBD tidak masalah kesehatan ringan. Tanpa perawatan dini, anak berpotensi mengalami komplikasi yang berbahaya. Itulah sebabnya, deteksi dini sangat penting untuk menjaga kesehatan anak.
Ciri-Ciri Pertama Demam Berdarah yang Harus Dipahami
1. Demam Tinggi Mendadak
Gejala pertama dari infeksi dengue adalah kenaikan suhu tubuh yang mendadak dialami. Sering kali, suhu buah hati bisa naik hingga angka tinggi dalam waktu singkat.
Timbulnya Pendarahan Halus di Lapisan Luar
DBD sering ditandai dengan bercak kecil pada kulit. Bintik-bintik ini nampak layaknya digigit nyamuk namun menyebar dari waktu ke waktu.
Pegal
Di samping panas, buah hati juga mengalami sakit badan yang sangat menyiksa. Tanda ini sering disebut dengan istilah *breakbone fever* karena nyeri yang terasa seperti tulang remuk.
Pusing Berat
Nyeri kepala juga datang sebagai gejala pertama DBD. Sering, rasa sakit dominan di area mata.
Rasa Mual
Si kecil yang terinfeksi DBD biasa merasakan mual. Hal ini bisa menyebabkan si kecil lemas dan mengurangi nafsu makan.
Upaya Orang Tua untuk Mengidentifikasi DBD Lebih Awal
Untuk ayah bunda, wajib untuk memantau gejala kesehatan buah hati. Jangan menganggap remeh panas mendadak yang tidak biasa. Jika ciri-ciri infeksi dengue muncul, langsung antarkan si kecil ke rumah sakit.
Panduan Mudah Menghindari DBD pada Buah Hati
Selain mendeteksi ciri-ciri, ayah bunda juga wajib memberikan perhatian pada pencegahan. Selalu rawat lingkungan rumah higienis. Cegah genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Manfaatkan kelambu untuk anak. Sediakan makanan sehat agar ketahanan tubuh buah hati baik.
Kesimpulan
Deteksi dini DBD pada buah hati sangat penting untuk menjaga kesehatan mereka. Lewat mengetahui ciri pertama, keluarga bisa lebih cepat mengambil langkah efektif. Jangan menunggu hingga situasi memburuk. Yuk bareng-bareng lindungi kondisi tubuh buah hati dari ancaman DBD.






