Majelis Alumni IPPNU Memperkenalkan Inisiatif “Gerakan Perempuan Membangun Negeri

Jakarta – Majelis Alumni Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) baru saja melaksanakan pelantikan pengurus periode baru dalam suasana yang sarat dengan semangat persatuan, cinta tanah air, dan pengabdian. Acara pelantikan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi tonggak peluncuran inisiatif nasional bernama “Gerakan Perempuan Membangun Negeri”, yang bertujuan untuk memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa.
Memperkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan
Dengan mengangkat tema “Bersama Alumni IPPNU Membangun Negeri”, acara ini menegaskan komitmen alumni IPPNU untuk berperan lebih aktif dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, seperti ketimpangan ekonomi, pemberdayaan perempuan, penguatan demokrasi ekonomi, pelestarian lingkungan, serta penguatan solidaritas dan semangat kebangsaan.
Pernyataan Ketua Majelis Alumni IPPNU
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Siti Nur Azizah, S.H., M.H., Ketua Majelis Alumni IPPNU, menekankan bahwa pelantikan ini tidak hanya sekadar pergantian kepengurusan, tetapi merupakan momen penting untuk memperkuat persatuan dan memperbaharui semangat pengabdian dalam rangka membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat.
“Menjadi alumni bukanlah akhir dari proses kaderisasi, melainkan merupakan awal dari fase pengabdian yang lebih luas. Alumni IPPNU harus siap menjadi bagian dari solusi untuk berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa,” ujar Prof. Siti Nur Azizah dengan tegas.
Figur Pemimpin yang Inspiratif
Prof. Dr. Siti Nur Azizah, S.H., M.H. terpilih sebagai Ketua Majelis Alumni IPPNU, membawa pengalaman yang kaya dalam bidang akademik, kepemimpinan, dan pelayanan publik. Ia dikenal sebagai Profesor Ilmu Hukum Bisnis Halal pertama di Indonesia dan penulis buku berjudul “Towards Halal” serta “Negeri Inklusi Bukan Ilusi” yang diterbitkan oleh Mizan. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Wakil Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan merupakan seorang Guru Besar di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.
Sebagai putri dari Wakil Presiden RI ke-13, KH Ma’ruf Amin, Prof. Siti Nur Azizah aktif dalam mendorong pemberdayaan perempuan, memperkuat ekonomi rakyat, mengembangkan industri halal, serta membangun masyarakat yang inklusif sebagai bagian dari upayanya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan bermartabat.
Tantangan yang Dihadapi Indonesia
Menurut Prof. Siti Nur Azizah, Indonesia saat ini berada dalam fase transisi yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi yang terjadi belum sepenuhnya diimbangi dengan pemerataan kesejahteraan. Tantangan seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, kerusakan lingkungan, dan akses terbatas perempuan terhadap berbagai peluang pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah bangsa.
“Pembangunan harus lebih dari sekadar pertumbuhan ekonomi. Pembangunan yang ideal harus memastikan keadilan, membuka kesempatan yang setara, memperkuat ekonomi rakyat, dan memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal,” jelasnya.
Perempuan sebagai Penggerak Perubahan
Prof. Siti Nur Azizah menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Perempuan tidak hanya sekadar penerima manfaat dari pembangunan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang berkontribusi dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, dan lingkungan hidup.
“Alumni IPPNU harus menjadi figur yang siap mengayomi masyarakat, bukan hanya sebagai ibu dalam pengertian biologis, tetapi sebagai sosok yang hadir untuk memberikan dukungan, ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, ketika perempuan memerlukan penguatan, dan ketika keluarga membutuhkan ketahanan, serta ketika bangsa memerlukan persatuan,” ujarnya.
Panggilan untuk Menjadi Pelopor
Ia mengajak perempuan Indonesia untuk tampil sebagai pelopor dalam berbagai bidang pembangunan.
- Pelopor dalam pendidikan
- Pelopor dalam ekonomi rakyat
- Pelopor dalam pelestarian lingkungan hidup
- Pelopor dalam solidaritas sosial
- Pelopor dalam persatuan bangsa
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Siti Nur Azizah juga memberikan apresiasi kepada Farida Farichah, kader dan alumni IPPNU yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia. Kehadiran Farida menjadi bukti bahwa kaderisasi IPPNU dapat melahirkan pemimpin perempuan yang berperan penting dalam pembangunan nasional.
Pentingnya Koperasi dalam Pembangunan Ekonomi
Ia menekankan bahwa koperasi harus kembali diakui sebagai instrumen utama dalam memperkuat demokrasi ekonomi Indonesia, sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa. “Kita membutuhkan ekonomi yang berbasis gotong royong, bukan ekonomi yang hanya menguntungkan segelintir orang. Koperasi adalah solusi untuk memperkuat rakyat, memperluas kepemilikan ekonomi, melindungi masyarakat dari praktik rentenir, dan memastikan hasil pembangunan dapat dinikmati secara lebih merata,” tegasnya.
Menurut Prof. Siti Nur Azizah, perempuan harus menjadi bagian integral dalam penguatan koperasi karena mereka telah terbukti menjadi penggerak utama dalam ekonomi keluarga dan komunitas.
Peluncuran “Gerakan Perempuan Membangun Negeri”
Majelis Alumni IPPNU meluncurkan program strategis “Gerakan Perempuan Membangun Negeri” sebagai arah pengabdian nasional, yang akan menjadi payung bagi berbagai program pemberdayaan perempuan di seluruh Indonesia.
Lima Pilar Gerakan
Gerakan ini dibangun di atas lima pilar utama yang dirancang untuk memberdayakan perempuan di seluruh aspek kehidupan:
- Mendorong peningkatan akses pendidikan dan literasi, serta penguatan kapasitas diri agar perempuan dapat mengembangkan potensi mereka secara optimal.
- Memperkuat kemandirian ekonomi perempuan melalui koperasi, kewirausahaan, pengembangan UMKM, dan akses terhadap lembaga ekonomi yang berkeadilan.
- Mempersiapkan perempuan agar adaptif terhadap perubahan zaman, menguasai teknologi, melahirkan inovasi, serta berperan dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan.
- Menggerakkan perempuan sebagai pelopor dalam pelestarian lingkungan hidup dengan tindakan nyata yang mendukung ketahanan pangan keluarga dan menghadapi perubahan iklim.
- Membangun gerakan sosial yang memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap kelompok rentan, penanggulangan bencana, serta pengabdian kepada masyarakat.
Seruan untuk Bersatu
Dalam sambutannya, Prof. Siti Nur Azizah mengajak seluruh keluarga besar Majelis Alumni IPPNU untuk mengesampingkan perbedaan yang pernah ada dan memusatkan energi pada agenda besar pengabdian kepada umat dan bangsa.
“Perjalanan organisasi yang panjang tidak terlepas dari dinamika. Namun, tantangan bangsa saat ini jauh lebih besar daripada perbedaan yang pernah muncul di dalam organisasi. Kita adalah satu keluarga besar Majelis Alumni IPPNU dengan satu tujuan: mengabdi kepada umat, memberdayakan perempuan, memperkuat ekonomi rakyat, dan membangun Indonesia,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya persatuan, kerja sama, dan pengabdian sebagai fondasi untuk masa depan yang lebih baik. “Indonesia membutuhkan lebih banyak persatuan daripada pertikaian, lebih banyak kerja sama daripada saling menyalahkan, serta lebih banyak pengabdian daripada perebutan kepentingan,” tambahnya.
Di akhir pidatonya, Prof. Siti Nur Azizah menegaskan bahwa “Gerakan Perempuan Membangun Negeri” adalah upaya kolektif untuk melahirkan perempuan Indonesia yang merdeka dalam berpikir, mandiri dalam berkarya, visioner dalam memandang masa depan, peduli terhadap lingkungan, dan saling memperhatikan sesama.
“Ketika perempuan bergerak, keluarga akan kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat akan kuat. Ketika masyarakat kuat, bangsa akan kuat. Dan ketika alumni IPPNU bersatu, tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan lahirnya kebaikan untuk negeri ini,” pungkasnya.
Peluncuran “Gerakan Perempuan Membangun Negeri” menjadi penegasan komitmen baru dari Majelis Alumni IPPNU untuk berperan sebagai kekuatan moral, sosial, dan kebangsaan dalam mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, sejahtera, adil, inklusif, dan berkelanjutan.





